Ini Mata Pelajaran Wajib dan Pilihan dalam TKA untuk Jenjang SMA/Sederajat

Kisi-Kisi TKA SMA
Daftar Isi

TKA – Kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) di dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Untuk jenjang SMA sederajat, TKA digunakan sebagai pertimbangan masuk perguruan tinggi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Dalam TKA, terdapat mata pelajaran wajib dan juga mata pelajaran pilihan. Berdasarkan Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), berikut adalah mata pelajaran wajib dan pilihan TKA untuk jenjang SMA sederajat.

Baca Juga: Ini Pesan dari Hisyam untuk Pejuang PTN: Alumni Educate yang Lolos di Belasan PTN 

Mata Pelajaran Wajib

Dikutip dari laman Pusmendik, berikut adalah mata pelajaran wajib untuk jenjang SMA sederajat:

NOMATA PELAJARANDESKRIPSI
1MatematikaTKA Matematika mengukur kemampuan murid dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, serta kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah (problem solving).
2Bahasa IndonesiaTKA Bahasa Indonesia difokuskan pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca. Membaca dipilih sebagai fokus karena merupakan keterampilan utama yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berubah dan berkembang sangat cepat.
3Bahasa InggrisTKA Bahasa Inggris mengukur keterampilan membaca beragam jenis teks berbahasa Inggris dalam berbagai situasi komunikasi sehari- hari, vokasional, dan akademik.

Baca Juga: 25+ Istilah dalam Dunia Perkuliahan yang Wajib Kamu Tahu 

Mata Pelajaran Pilihan

Dikutip dari laman Pusmendik, berikut adalah mata pelajaran pilihan untuk jenjang SMA sederajat:

NOMATA PELAJARANDESKRIPSI
1Matematika Tingkat LanjutSebagaimana TKA Matematika wajib, TKA Matematika Tingkat Lanjut juga mengukur kemampuan murid dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, serta kemampuan mereka dalam menerapkan  pengetahuan  matematika  untuk  menyelesaikan masalah (problem solving).
2Bahasa Indonesia Tingkat LanjutSebagaimana TKA Bahasa Indonesia wajib, TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut juga difokuskan pada keterampilan membaca. 
3Bahasa Inggris Tingkat LanjutSebagaimana TKA Bahasa Inggris wajib, TKA Bahasa Inggris Tingkat Lanjut berfokus pada keterampilan membaca teks berbahasa Inggris dalam berbagai situasi komunikasi sehari-hari, vokasional, dan akademik.
4FisikaTKA Fisika mengukur pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan penerapan prinsip-prinsip fisika dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Tes ini tidak hanya menilai kemampuan murid dalam memahami teori, tetapi juga dalam menerapkan konsep konsep fisika untuk menyelesaikan persoalan nyata, serta menganalisis dan mengevaluasi fenomena berdasarkan prinsip ilmiah. Selain itu, tes ini juga dirancang untuk mengukur keterampilan proses sains secara terpadu dengan area konsep fisika tertentu.
5KimiaTKA Kimia mengukur kemampuan murid dalam penguasaan konsep kimia, menerapkan konsep kimia dalam penyelesaian permasalahan kimia, serta melakukan analisis pada permasalahan kimia yang terkait dengan materi kimia dalam kehidupan sehari-hari. 
6BiologiTKA Biologi mengukur kemampuan berpikir terkait konsep-konsep biologi dan keterampilan proses/inkuiri. Karena kemampuan berpikir dan keterampilan proses yang dimaksud menuntut penguasaan konsep-konsep biologi, maka penguasaan konsep biologi menjadi prasyarat untuk dapat melakukan proses berpikir dan keterampilan proses. Seseorang yang mengalami miskonsepsi tentang suatu konsep biologi tidak akan mampu melakukan proses berpikir (misalnya menganalisis) dan melakukan inkuiri. 
7Pendidikan Pancasila dan KewarganegaraanTKA Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/Pendidikan Pancasila berisi muatan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan murid dalam menjelaskan, menerapkan dan menganalisis Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai warga negara yang cerdas, demokratis dan bertanggung jawab. 
8EkonomiTKA Ekonomi bertujuan untuk menilai pemahaman konseptual dan keterampilan analitis murid dalam bidang ekonomi. Selain menguji pemahaman konsep, TKA Ekonomi juga dirancang untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dalam menganalisis isu ekonomi dan keuangan berdasarkan fenomena aktual yang terjadi di masyarakat, baik dalam lingkup nasional maupun global. 
9GeografiTKA Geografi yang bertujuan mengukur kemampuan murid jenjang SMA dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, serta prosedural yang berkaitan dengan fenomena geosfer. 
10SosiologiTKA Sosiologi dirancang untuk mengukur pemahaman murid terhadap konsep-konsep sosiologi serta kemampuan analisis terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Murid diharapkan mampu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat, memiliki kesadaran sosial yang tinggi, serta mampu berkontribusi dalam upaya menciptakan masyarakat yang setara dan inklusif berlandaskan perbedaan serta menuntut keterampilan berpikir analitis dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial yang dinamis.
11SejarahTKA Sejarah bertujuan untuk mengukur kemampuan murid dalam memahami dan mengkaji peristiwa sejarah dalam konteks ruang dan waktu, serta mengembangkan kemampuan berpikir historis. Tes ini tidak hanya mengukur pengetahuan tentang data dan fakta sejarah, tetapi juga kemampuan menganalisis, mengkritisi, menghubungkan, menginterpretasi, serta merefleksikan peristiwa sejarah dengan konteks sosial, ekonomi, politik, dan budaya, serta jiwa zaman. TKA Sejarah difokuskan pada kemampuan memahami perubahan dan keberlanjutan sejarah, serta mengidentifikasi sebab-akibat dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia mulai dari periode Hindu-Budha hingga Reformasi.
12AntropologiTKA Antropologi diharapkan dapat memberikan gambaran holistik mengenai kemampuan murid dalam memahami, menganalisis dan mengaplikasikan antropologi sebagai disiplin keilmuan. Melalui tes ini, murid tidak hanya diuji dalam aspek konseptual, tetapi juga aspek praktis yakni dalam menerapkan metode serta cara berpikir antropologis dalam menganalisis berbagai problematika sosial dan budaya. Pada jenjang pendidikan menengah atas, pembelajaran antropologi lebih berorientasi pada pengembangan kemampuan murid dalam mengidentifikasi, menelusuri, dan mengungkap makna di balik fenomena sosial budaya yang berkembang di masyarakat. Dalam konteks masyarakat digital dan multikultural, pendekatan antropologi berperan penting dalam membekali murid dengan prinsip-prinsip ilmiah yang dapat digunakan untuk memahami dinamika sosial budaya yang terjadi secara holistik.
13Bahasa PrancisTKA Bahasa Prancis mengukur kemampuan murid dalam berbahasa Prancis yang sederhana setara level A2-2 Standar CECRL. TKA Bahasa Prancis difokuskan pada kemampuan membaca murid SMA kelas XII dengan tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi agar ia dapat berpartisipasi dengan masyarakat dan memahami informasi yang terkait dengan ungkapan ungkapan komunikatif sehari-hari, hal-hal konkret, dan rutin dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar yang bersumber dari berbagai macam teks pendek.
14Bahasa JermanTKA Bahasa Jerman dirancang untuk mengukur kemampuan murid dalam berbahasa Jerman pada level A1 Plus hingga A2.1 sesuai standar Gemeinsamer Europäischen Referenzrahmen für Sprache (GER) atau Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). GER lebih menekankan pada kemampuan komunikasi praktis daripada hanya menguasai teori atau aturan bahasa. Ini berarti murid diajarkan untuk bisa berkomunikasi dengan lancar dalam situasi sehari-hari, sehingga sangat relevan untuk pembelajaran Bahasa Jerman yang berfokus pada penggunaan bahasa dalam konteks nyata, seperti berbicara dengan penutur asli, menulis email atau surat, dan memahami teks atau media dalam bahasa target. TKA Bahasa Jerman difokuskan pada keterampilan berbahasa membaca yang mengukur kemampuan murid dalam memahami informasi yang terkait dengan ungkapan-ungkapan komunikatif sehari-hari, hal-hal konkret dan rutin dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar yang bersumber dari berbagai macam teks tulis sederhana yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar dengan konteks situasi di negara negara penutur Bahasa Jerman.  
15Bahasa JepangTKA Bahasa Jepang mengukur kemampuan murid dalam berbahasa Jepang pada level A1 JF Standard dan bernalar kritis-kreatif pada aktivitas komunikasi. TKA Bahasa Jepang difokuskan pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca. Membaca merupakan salah satu keterampilan di dalam memahami ungkapan-ungkapan komunikatif sehari-hari, hal-hal konkret, dan rutin dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar yang bersumber dari berbagai macam kalimat dan teks sederhana. 
16Bahasa MandarinTKA Bahasa Mandarin menguji kemampuan murid dalam memahami bahasa Mandarin dasar pada level HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì) 1, yang setara dengan level A1 dalam CEFR (Common European Framework of Reference for Languages). HSK merupakan ujian standar kemampuan bahasa Mandarin bagi penutur asing yang diselenggarakan oleh Hanban/Center for Language Education and Cooperation. Sementara itu, CEFR adalah kerangka acuan internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa asing berdasarkan tingkat kefasihan. Tes ini berfokus pada keterampilan membaca murid SMA/MA/SMK/MAK kelas XII, dengan tujuan mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka agar mampu memahami informasi dari teks pendek maupun ungkapan komunikatif seputar kehidupan sehari-hari serta berbagai hal yang umum ditemui di lingkungan sekitar. 
17Bahasa KoreaTKA Bahasa Korea mengukur kemampuan membaca dalam memahami berbagai jenis teks sederhana Bahasa Korea untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi agar murid dapat memahami informasi dari teks pendek maupun ungkapan-ungkapan komunikatif tentang kehidupan sehari-hari, serta hal-hal yang sering ditemui di lingkungan sekitar. TKA Bahasa Korea mengukur keterampilan membaca pada berbagai tingkat pemahaman, yaitu pemahaman literal, reorganisasi, dan pemahaman inferensial yang setara dengan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) Level A1 atau Test of Proficiency in Korean (TOPIK) I Level 1.
18Bahasa ArabTKA Bahasa Arab bertujuan untuk mengukur kemampuan murid dalam berbahasa Arab, mencakup pemahaman teks yang tersurat (disampaikan secara eksplisit) maupun yang tersirat (tersamar atau implisit), serta penguasaan kaidah dasar bahasa Arab dalam berbagai aktivitas komunikasi. TKA Bahasa Arab berfokus pada salah satu keterampilan berbahasa, yaitu membaca (al-Qirā’ah). Keterampilan membaca merupakan salah satu aspek utama dan sangat penting dalam memperoleh serta mengolah informasi, terutama di era teknologi yang berkembang pesat dan menuntut kemampuan literasi yang baik.
19Produk atau Projek Kreatif dan Kewirausahaan SMK dan MAKTKA Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan bertujuan untuk menilai pemahaman konseptual dan keterampilan analitis murid dalam hal Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan. TKA Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan mengukur pemahaman terkait kegiatan produksi, distribusi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Selain itu, tes ini juga mengukur keterampilan analitis terkait peluang usaha, proposal usaha, biaya produksi, laporan keuangan, dan kasus-kasus yang berhubungan dengan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).    

Baca Juga: Simak! Ini Perbedaan antara PTN BH dan PTN BLU yang Perlu Kamu Tahu 

Nah Sobat Educate, itu adalah informasi seputar kisi-kisi TKA untuk jenjang SMA sederajat. Kamu sudah siap untuk menjadi salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia? Persiapkan dirimu dari sekarang ya! 

Kamu butuh bimbingan untuk mendapatkan nilai terbaik di TKA? Atau butuh bimbingan untuk lolos seleksi tes PTN? Yuk hubungi Bimbel Educate sekarang juga. Educate juga menyediakan Program Privat khusus untuk kamu yang bercita-cita jadi mahasiswa PTN. 

Segera konsultasikan mimpimu ke Educate! Kami siap membantumu meraih mimpi! Educate siap untuk menjadi #sahabatberjuang setiap generasi muda dalam meraih cita-cita mulianya.

SOURCE:
Pusmendik

image source:
melihatindonesia.id

Bagikan Artikel

Facebook
X
WhatsApp
Telegram

Leave a Comment